Mengenal Diet 5:2, Cara Turunkan Berat Badan yang Populer di Inggris

Jakarta РSelalu saja ada metode diet baru yang diciptakan tiap tahunnya. Beberapa ada yang benar-benar baru dan inovatif, ada pula yang sebenarnya adalah penyempurnaan atau pengembangan dari pola diet yang sudah ada.

Diet terbaru dan sedang marak diperbincangkan adalah 5:2 Intermittent Fasting. Beberapa orang menyebutnya dengan 5:2 Diet, dan sebagian lagi hanya menamainya Fast Diet. Adalah Mimi Spencer, seorang jurnalis asal Inggris bersama rekannya Michael Mosley, juga jurnalis, dokter dan presenter TV yang mencetuskan konsep diet tersebut setahun lalu.

Ide utama dari konsep ini adalah lima hari makan dengan asupan kalori normal (1800 – 2000 kalori per hari) dan dua harinya lagi berpuasa, atau hanya makan seperempat dari kebutuhan kalori harian. Kira-kira 500 kalori untuk wanita dan 600 kalori untuk pria.

Metode ini pertama kali dilakukan oleh Michael, yang juga seorang produser TV untuk meningkatkan kesehatannya. Tanpa disangka, berat badannya turun hingga lebih dari 9 kg dalam satu tahun.

Diet itu pun diikuti oleh Mimi dan berat badannya juga turun, serta ukuran bajunya mengecil hingga dua nomor dan lingkar pinggangnya berkurang sebanyak empat inci. Melihat perubahan yang cukup signifikan, keduanya pun memutuskan untuk menyosialisasikan metode tersebut dalam sebuah buku, yang dinamai The Fast Diet dan di awal 2014 ini, 5:2 Diet pun jadi populer dan banyak diperbincangkan sebagai konsep yang cukup masuk akal dengan hasil memuaskan.

“Jika Anda disiplin mengikuti diet ini, maka Anda bisa menurunkan berat badan sedikitnya 0,46 kg seminggu. Pada pria, penurunan berat badan bisa lebih banyak lagi. Kesuksesan diet juga tergantung dari pola makan Anda di lima hari lainnya. Sebaiknya tidak terlalu banyak makan di hari-hari normal,” tulis Michael dalam situs resminya thefastdiet.

Metode diet ini sebenarnya mirip dengan konsep puasa Senin-Kamis oleh umat Muslim, dan umum dilakukan masyarakat Indonesia sebagai bentuk dari ibadah sunnah. Ada juga yang menjalani puasa Senin-Kamis untuk alasan kesehatan dan detoksifikasi. Bedanya, jika 5:2 Diet bisa dilakukan di hari apa saja dan pengaturan waktunya juga boleh diatur sendiri, maka puasa Senin-Kamis memiliki ketentuan puasa mulai dari Shubuh hingga adzan Maghrib.

“Sebenarnya puasa dilakukan selama 36 jam. Jika makan malam Anda selesai pukul 19.30 di Hari Minggu, maka Senin adalah jadwalnya Anda puasa. Anda tidak makan normal seperti biasanya hingga Selasa pagi pukul 7.30. Tapi Anda juga bisa melakukannya hanya 24 jam, atau 29 jam,” jelas Mimi dan Michael.

5:2 Diet, atau di Indonesia lebih dikenal dengan puasa Senin-Kamis juga dianjurkan oleh pakar nutrisi. Tujuannya untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, tidak sekadar untuk diet penurunan berat badan.

“Puasa 24 jam kalau sesekali tidak apa-apa. Efek puasa sebenarnya untuk detoksifikasi. Membersihkan racun-racun tubuh. Itu akar dari segalanya. Karena didetoks, rascun-racunnya keluar jadi segala sistem hormon, syaraf dan peredaran darah jadi bagus dan normal. Ditambah air putih, detoks jadi lebih lancar,” terang pakar nutrisi Prof. Dr. Hardinsyah, MS.

Bagaimana menjalani diet 5:2 yang aman dan sehat? Apa saja yang harus dikonsumsi ketika menjalani Fast Diet ini? Nantikan penjelasan di artikel selanjutnya.

Sumber: https://wolipop.detik.com/read/2014/06/10/100822/2603791/849/1/mengenal-diet-52-cara-turunkan-berat-badan-yang-populer-di-inggris